Jumat, 22 Oktober 2010

KONSEP KAUSALITAS


Epidemiologi P2M
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat atau kelompok masyarakat. Dalam  ilmu epidemiologi itu kuncinya adalah ditemukannya penyebab, bisa penyebab penyakit, bisa penyebab masalah kesehatan atau masalah dalam pelayanan kesehatan.
Dalam Epidemiologi ada cara untuk mengetahui hungan kausal (seba-akibat) yang dapat mempengaruhi terjadinya suatu penyakit.  Berikut hubungan Kausalita menurut Sir Austin Bradford Hill tahun 1965.
Kriteria Bradford Hill
  1. Kekuatan asosiasi
Semakin kuat hubungan asosiasi, maka semain sedikit hal tersebut dapat memberikan pengaruh pada faktor-faktor etiologis lainnya. Asosiasi yang kuat akan menunjukkan pengruh yang sangat kuat pada salah satu faktor etiologis dan akan tampak kurang memberikan pengaruh pada faktor-faktor etiologis. Sedangkan asosiasi yang lemahakan banyak memberikan pengaruh pada berbagai factor-faktor etiologis.
  1. Konsistensi
Dapat diartikan suatu kejadian yang sama akan berulang pada waktu, tempat dan penelitian yang lain. Apabila dalam suatu penelitian memiliki “Konsistensi” (diamati berulang kali oleh orang yang berbeda, tempat yang berbeda, keadaan dan waktu yang berbeda pula) maka Konsistensi ini akan dapat membantu mengurangi munculnya kesalahan atau bias.
Akan tetapi hasil yang diobservasi dengan konsisten tidak langsung bebas dari bias, terutama dalam sejumlah kecil kajian, dan hasil dalam populasi yang berbeda akan sama sekali berbeda jika hubungan kausal dipengaruhi oleh ada atau tidak adanya variabel-variabel pemodifikasi/pengganggu.
  1. Spesifisitas
Hubungan spesifisitas dapat diartikan satu penyebab akan menyebabkan satu akibat saja. Apabila suatu penyebab dipastikan menyebabkan suatu penyakit dan tidak menyebabkan penyakit yang lainnya, maka penyebab itu akan semakin diyakini menyebabkan penyakit itu saja. Dari asosiasi, ada hubungan yang melekat antara spesifisitas dan kekuatan yang mana semakin akurat dalam mendefinisikan penyakit dan penularannya., maka akan semakin kuat hubungan spesifisitas untuk penyakit itu.
  1. Temporalitas
Bedasarkan urutan waktu, sebab akan selalu mendahului akibat. Jadi yang pertama terjadi adalah adanya penyebab penyakit, selanjutnya barulah terjadi penyakit.
  1. Tahapan biologis
yang berhubungan dengan fisiologis tubuh.
-perubahan yang meningkat dalam konjungsi dengan perubahan kecocokan dalam penularan verifikasi terhadap hubungan dosis-respon konsisten dengan model konseptual yang dihipotesakan.
  1. Efek dosis respon
Suatu penyebab penyakit akan diterima apabila masuk akal secara biologis dapat menyebabkan penyakit. Respon terhadap dosis paparan yang dapat menyebabkan penyakit yang berbeda-beda tergantung dari lama pemaparan dan dosis paparan.
  1. Koherensi
Hubungan kausal dikatakan memiliki koherensi apabila interpretasi kausal cocok dengan fakta yang diketahui dalam sejarah alam dan biologi dari penyakit, termasuk juga pengetahuan tentang distribusi dari bukaan dan penyakit (orang, tempat, waktu) dan hasil dari eksperimen laboratorium.
  1. Eksperimen
Beberapa tipe desain kajian dapat memberikan bukti yang lebih meyakinkan dibanding desain kajian jenis lainnya. Kajian-kajian intervensi dapat menyediakan dukungan yang terkuat, terutama ketika penyebab dapat dilakukan secara acak. Karena tidak etis dan/atau tidak praktis untuk menentukan banyak penyebab sebagai kajian epidemiologis.
  1. Analogi
Analogi yang diartikan adanya kesamaan untuk penyebab dan akibat yang serupa. Semakin banyak penelitian yang membuktikan suatu kasus penyakit memiliki penyebab yang sama, maka hubungan kausalitasnya akan semakin kuat. (nanna)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar