Udah lama banget gak ngeblog …
Tapi setelah banyak sekali alasan yang membuat saya malas untuk menuangkan dan menceritakan banyak hal dalam tulisan, akhirnya saya mencoba kembali untuk menuliskan dan dimunculkan di blog ini…
Bukan sebuah tulisan yang penting,,,hanya share tentang apa yang dirasakan saja,, Selamat membaca…
Kenapa judulnya “belajar”,, karna saya juga masih harus banyak belajar untuk mengelola emosi… Sering yang namanya emosi tidak bisa kita kelola dan kita kontrol (lebih karna pengalaman, karna itu bisa menuliskan dalam blog ini) baik itu sedih, marah, bahagia, sebel, menangis, kecewa bahkan benci dan emosi lainnya. Tapi itulah manusia diciptakan dengan kelebihannya memiliki emosi, jadi bersyukurlah karna kita dibekali emosi oleh Allah SWT..
Tapi tidak semua emosi ini harus kita luapkan, apalagi emosi yang negative dan merugikan, baik untuk diri sendiri dan orang lain tentunya, pastilah tidak kita inginkan. Karna selain berdampak buruk untuk diri kita, tentu saja juga menjadi masalah dalam kita bergaul dan berinteraksi dengan orang lain…
Emosi negative seperti sebel yang akan berkelanjutan menjadi marah bahkan bisa menetas menjadi benci, akan menyakiti hati kita sendiri…
Reaksi sebel karna tingkah laku, tindakan, ucapan ataupun sikap orang lain yang membuat kita tersinggung bisa saja menjadikan kita tidak bisa berfikir dengan jernih, apalagi jika kita hanya membesar-besarkan emosi saja, bahkan sampai marah-marah tidak jelas karna rasa sebel kita.
Mencoba meredam emosi dan amarah dengan memahami diri / berkaca pada diri sendiri memang tidak mudah dan perlu belajar, karna saat kita sudah merasa terdzolimi maka kita merasa kitalah pihak yang teraniaya.
Tapi justru disinilah kita harus mencoba untuk berikir kembali “Apakah benar kita teraniaya ?” atau “Mungkin ini akibat karna kita pernah menganiaya orang lain yang menyebabkan kita ada diposisi saat ini ?”
Tidaklah masalah jika sebel dan kita jadi emosi karna teraniaya,, tapi jangan sampai emosi ini menjadi sebuah amarah yang membuat kita justru juga ikut menganiaya orang lain dengan sikap marah kita. Kita tau dan merasakan rasa yang tidak nyaman karna teraniaya, so kenapa kita malah membuat orang lain juga merasa ada di posisis kita…??? Apalagi orang lain yang tidak ada hubungannya dengan masalah kita jadi terkena imbasnya… (Uupss,,jangan deh).
Tidak ada orang yang sama didunia ini, karnanya tidak semua orang juga bisa mengerti kita dan tidak semua orang juga bisa menjadi seperti yang kita inginkan. Rasa sebel, emosi dan marah adalah salah satu bentuk kekecewaan, karna orang lain tidak bisa menjadi seperti yang kita harapkan.. “Jangan berharap orang lain akan mengerti, jika kita tidak bisa mengerti diri sendiri”..
Belajarlah untuk mengerti dan memahami diri, mungkin ada yang salah dengan diri kita, mungkin selama ini masih banyak tingkah laku dan ucapan kita yang belum berkenan bagi orang lain, mungkin selama ini kita masih kurang bisa mengerti orang lain. So, kenapa kita menuntut orang lain harus mengerti kita, dengan mereka harus bersikap dan berucap seperti yang kita inginkan…????
Kita tidak akan pernah bisa untuk menjadikan semua orang itu teman, lebih-lebih menjadi teman yang bisa mengerti kita. Dari sekian banyak teman pastilah akan ada yang tidak suka dengan kita. Semua itu hal yang wajar karna memang kita tak mampu untuk bisa mengerti dan memahami semua teman kita, begitu jugalah orang lain dengan kita…
Karna itu selama masih mampu untuk menjaga sikap dan ucapan,, jagalah dengan sebaik-baiknya, karna kata yang terucap dan tingkah laku yang telah terlewat, tidak mungkin lagi bisa diambil, sedetik yang terlewat tak akan lagi kembali. Bahkan mungkin kata maaf, tak akan mampu lagi menjadi sebuah “kata ajaib” yang bisa menghilangkan rasa sakit dari hati yang terluka…
Memang sulit dan tak semudah yang diucapkan untuk bisa mengelola emosi (bahkan sampai saat ini sayapun masih perlu banyak belajar), tapi belajar lah sedikit demi sedikit selama kita masih mampu bernafas. Kalau ada yang bilang “hindari saja sebab musabab atau orang yang mebuat kita emosi. Ehmmm, Apa benar kita akan terus menghindar..??? dan sampai kapan kita mau menghindar...??? Kita dikodratkan sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain, jadi sampai kapan kita akan menghindari orang lain yang membuat kita emosi…???
Mungkin satu perbuatan buruk kita, bisa saja tidak akan dibalas oleh orang lain, tergantung dari pengelolaan emosi tiap penerimanya, tapi percayalah, 1 perbuatan baik kita akan membawa kebaikan yang lainnya. Seperti robohnya kartu domino berjajar yang tak berujung, apabila 1 kartu roboh, maka secara berantai, kartu yang lain akan ikut roboh.
Tidak ada manusia yang sempurna,,, sesempurna Sang Pencipta kita, Allah SWT..
Belajar untuk merendahkan hati, menerima konsekuensi dari benih yang yang kita tanam, meskipun sebuah ketidakkesengajaan. Percyalah, segala sesuatu yang kita lakukan akan mendapat balasannya, karna hidup itu selalu penuh dengan sebab dan akibat…
Emosi boleh saja tapi jangan berlarut-larut,, seperti kata Lenka “Trouble is a Friend”… Semua masalah yang menimpa kita, akan menjadikan kita lebih dewasa untuk bersikap dan mengerti diri kita….
Thanks for all my friends yang telah mengispirasi tulisan saya ini dan trimakasih juga untuk dukungan dan smangatnya…



kata guru :
BalasHapus"suatu saat nanti kita akan bisa
saling mengerti satu sama lain" :)
belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain..
belajar menghargai diri sendiri dan orang lain..
setuju....
BalasHapusWalaupun masih dalam tahap BELAJAR,, Terutama belajar memaafkan diri sendiri...
klo kta mbak Lenka "Trouble is a Friend"...
BalasHapusaq tambahin lg ni kt adek Chicken Little "Everyday is A New Day..."
hari ini hari yg baru...qm hari ini qm yg baru, mereka hari ini mereka yg baru...
jabat tangan, beri senyuman, rempong lg ciiiin...hahaha
tp ttp b'patokan sm yg lalu...biar g masuk k lobang yg sm 2x...
Mantap tipsnya
BalasHapusKunjungi ittelkom-sby.ac.id